

Untuk itu, lanjut Jony, rumah tersebut tidak dinamakan rumah aspirasi, tetapi Rumah Partisipasi. "Sehingga bentuk keterlibatan warga dalam pengelolaan Jakarta itu pada ide-ide, pada contoh-contoh dan praktik-praktik yang telah dilakukan," kata dia.
"Contohnya lingkungan yang mengelola tempat penitipan anak secara mandiri, karena warganya adalah bapak ibu yang semuanya bekerja. Lalu mereka secara bersama-sama membangun itu," kata dia.
Adapun Rumah Partisipasi di kediaman mantan politikus PDI-P Boy Sadikin, merupakan tempat Jony dan pasangannya, Sandiaga Uno, menyerap ide dan gagasan warga untuk pembangunan yang bisa diaplikasikan bagi kemajuan Jakarta.
Saat ini, Rumah Partisipasi sudah bisa dikunjungi warga. Semua ide dan gagasan akan dikumpulkan dan diolah oleh tim pengarah, tim pakar, serta tim sinkronisasi.
Adapun tujuan Jony membuka Rumah Partisipasi adalah melibatkan warga dalam membangun Jakarta.
Tempat ini dibuka setiap hari atau tujuh hari dalam seminggu, dengan jam buka dari pagi sampai malam hari.